Halo sahabat selamat datang di website vibrovolvo.best, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Live Link Jamin Mesin-Mesin JCB Terpantau Setiap Saat, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Berkat Live Link, pelanggan-pelanggan JCB tetap terhubung dengan alat-alat mereka yang berada di area terpencil selama masa pandemi Covid-19.

Kondisi pasar alat berat Indonesia selama masa krisis Covid-19 dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Sebagai bagian dari industri ini, JCB Indonesia turut merasakan dampak dari krisis kesehatan global ini. Tantangannya bagi JCB adalah bagaimana beradaptasi dalam kondisi ini?

Edy Santara, Regional Business Manager JCB Southeast Asia, menuturkan bahwa selama masa bekerja dari rumah (work from home/WFH), perusahaan ini menyebarkan banyak flyer yang dikirim melalui media sosial untuk memandu pelanggan-pelanggannya melewati masa sulit ini.

"Kami memberikan panduan bagaimana mereka memantau unit-unit yang mereka miliki, baik yang sedang bekerja maupun yang stand by. Bagaimana mereka bisa mengetahui apakah alat-alat mereka sedang bekerja atau tidak sambil tetap berada di rumah?  Bagaimana cara merawat alat-alat mereka secara benar dan tepat. Jadi, kami mengingatkan dan memberitahu mereka bagaimana mengetahui semua informasi tentang unit-unit mereka melalui teknologi Live Link," urainya kepada Equipment Indonesia Juni lalu di Jakarta.

Pesan-pesan melalui media sosial itu dikirim setiap minggu, baik dari JCB Indonesia maupun dari dealer-dealernya. JCB Indonesia saat ini sudah memiliki empat dealer. Selain mengirimkan pamflet digital, kadang-kadang perusahaan ini mem-posting video juga.

"Di luar itu, kami tetap keep in touch dengan para customer dengan menghubungi mereka via telepon. Kunjungan ke lokasi pelanggan tetap dilakukan sejauh bisa. Kalau tidak bisa ya dihubungi via telepon. Yang tidak bisa sama sekali adalah customer gathering dan acara kumpul-kumpul lainnya. Jadi, bagaimana tetap menjaga hubungan dalam kondisi WFH, itulah tantangannya," kata Edy sembari tersenyum.

Live Link merupakan perangkat yang sangat membantu, terlebih selama masa penguncian (lockdown) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan kita bekerja dari rumah dan menjaga jarak fisik. Berkat teknologi Live Link, para pelanggan JCB bisa memantau kondisi dan performa dari alat-alat mereka di lapangan.

Menurutnya, data-data tersebut sangat membantu untuk meningkatkan performa unit dan memperbaiki perilaku operator. "Jika porsi idle time lebih banyak, perlu dicari tahu apa saja yang dilakukan alat itu selama idle? Apakah idle karena menunggu antrean atau idle karena operatornya ketiduran atau main ponsel? Semua informasi itu bisa diketahui melalui koordinasi sistem dan tim di lapangan."

Manfaat terpenting dari cara kerja sistem Live Link, lanjut Edy, adalah meningkatkan efisiensi dan utilisasi unit karena data-data ini diberikan kepada pelanggan-pelanggan JCB. "Live Link sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi alat. Itu manfaat utama bagi customer."

Alhasil, belakangan jumlah customer yang memanfaatkan Live Link di Indonesia cenderung bertambah. Makin banyak pengguna alat-alat JCB yang melakukan open data, baik melalui telepon selular maupun komputer. Apalagi cara kerja perangkat ini sangat mudah dan cepat.

"Setiap pengguna diberi Serial Number. Hanya dengan memasukkan Serial Number itu ke dalam Live Link, mereka sudah bisa langsung mengetahui kondisi alat-alat  mereka, di mana posisinya, apakah sedang bekerja atau tidak, berapa total jam kerjanya, engine status dan pemakaian bahan bakarnya. Semuanya real time dan live," urainya.

Menggunakan teknologi GPS, unit-unit JCB yang menggunakan Live Link akan langsung mengirimkan data ke sistem. Kalau terjadi kehilangan sinyal sehingga lost contact, unit itu akan kembali mengirimkan data segera setelah terhubung kembali. Proses pengiriman data ke sistem terjadi secara otomatis. Kalau penggunaan alat tidak sesuai dengan setting pada sistem Live Link, teknologi ini akan mengirimkan notifikasi.

"Aplikasi Live Link lebih sebagai pencegahan pemakaian yang tidak semestinya. Namun, sistem tidak bisa menghentikan dari jauh operasi mesin karena kemungkinan besar alat itu sedang bekerja dan keluar dari jalur karena kurang kontrol dari operator. Kalau langsung dihentikan, ini bisa berbahaya dari segi safety," dia menjelaskan.

Bagi JCB sendiri dan juga pelanggan, aplikasi Live Link memungkinkan life time unit akan lebih lama. Ini dimungkinkan karena selain memonitor pekerjaannya, perangkat ini juga akan memonitor kapan akan dilakukan servis rutin atau penggantian suku cadang. Dengan adanya notifikasi-notifikasi tentang penggunaan alat dan kondisinya, maka usia alat akan lebih panjang.

Edy membandingkan dengan mobil yang diservis rutin di bawah dealer resmi, maka bukan hanya perawatannya lebih bagus tetapi harga jual kembali (resale value) akan lebih tinggi, karena pembeli berikutnya akan melihat histori perawatan unit itu.

Dari segi safety unit, Edy menambahkan salah satu kelebihan perangkat ini. "Live Link akan tetap 'on' meski batereinya sudah dicabut. Kalau terjadi aksi pencurian, atau unit entah dibawa ke mana sehingga kehilangan kontak, Live Link JCB memiliki baterei cadangan sehingga meski aki dicabut, keberadaan unit tetap terlacak ke mana pun perginya. Jadi, walaupun baterei Live Link yang dipasang pada sistem unit dicabut, baterei cadangannya bisa tahan lebih dari seminggu."

Terpasang dari pabrik

Semua produk JCB yang dipasarkan di Indonesia saat ini sudah dilengkapi dengan Live Link sejak keluar dari pabrik. "Semua mesin JCB yang masuk ke pasar Asia Tenggara sudah dilengkapi dengan Live Link. Soal digunakan atau tidak, hal itu bergantung pada pilihan pelanggan. Sejauh ini belum semua pelanggan di Indonesia bisa memanfaatkan perangkat ini secara optimal," ujarnya

Aplikasi teknologi seperti yang dimiliki Live Link ini, kata Edy, sangat  bergantung pada kebutuhan masing-masing pelanggan dan juga kebiasaan. "Penggunaan Live Link memerlukan kebiasaan dan kebutuhan. Pelanggan-pelanggan yang merasa belum butuh, mereka enggan memanfaatkannya."

Untuk memacu aplikasi Live Link, Edy melanjutkan, pihaknya secara rutin mengingatkan dan mengedukasi para pelangga via media social (WA, Facebook dan IG). JCB juga rutin menjelaskan kepada para pelanggan apa saja benefit Live Link bagi bisnis mereka. Berkaitan dengan konsumsi bahan bakar, misalnya, dari laporan Live Link dapat diketahui berapa banyak fuel yang dipakai untuk bekerja dan berapa persen yang terbuang karena unit idle. Berapa lama jam kerja unit pada saat on dan berapa lama jam kerjanya ketika off? Live Link akan menyajikan berapa persen working time dan berapa persen idle time dari unit-unit mereka.

Untuk memudahkan sosialisasi perangkat ini di Indonesia, di setiap dealer tersedia Live Link Champion yang memonitor setiap alat di wilayahnya masing-masing. Selain itu, di Singapura tersedia monitoring center yang memantau kondisi unit-unit JCB yang ada di kawasan ini. Jadi, tersedia tiga level monitor: customer, dealer-dealer dan JCB sendiri.

"Secara keseluruhan, para customer di Indonesia sudah semakin menyadari sistem manajemen armada sebagai mata untuk memantau unit-unit mereka dari jauh. Ini plus point bagi customer karena mereka akan selalu diingatkan baik untuk memonitor kondisi dan performa, juga untuk memberikan notifikasi terkait dengan perawatan rutin maupun penggantian darurat karena keausan atau alasan lain. Dengan Live Link mesin-mesin JCB akan terpantau setiap saat," Edy menyimpulkan.

146 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Itulah tadi informasi mengenai Live Link Jamin Mesin-Mesin JCB Terpantau Setiap Saat dan sekianlah artikel dari kami vibrovolvo.best, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.